Tuesday, July 31, 2007

Senangkan Orang Tua Semasa Hidup…

Usia ayah telah mencapai 70 tahun, namun tubuhnya masih kuat. Dia mampu mengendarai sepeda ke pasar yang jauhnya lebih kurang 2 kilometer untuk belanja keperluan sehari-hari. Sejak meninggalnya ibu pada 6 tahun lalu, ayah sendirian di kampung. Oleh karena itu kami kakak-beradik 5 orang bergiliran menjenguknya.

Kami semua sudah berkeluarga dan tinggal jauh dari kampung halaman di Teluk Intan. Sebagai anak sulung, saya memiliki tanggung jawab yang lebih besar. Setiap kali saya menjenguknya, setiap kali itulah istri saya mengajaknya tinggal bersama kami di Kuala Lumpur.

“Nggak usah. lain kali saja.!”jawab ayah. Jawaban itu yang selalu diberikan kepada kami saat mengajaknya pindah. Kadang-kadang ayah mengalah dan mau menginap bersama kami, namun 2 hari kemudian dia minta diantar balik. Ada-ada saja alasannya.

Suatu hari Januari lalu, ayah mau ikut saya ke Kuala Lumpur. Kebetulan sekolah masih libur, maka anak-anak saya sering bermain dan bersenda-gurau dengan kakek mereka. Memasuki hari ketiga, ia mulai minta pulang. Seperti biasa, ada-ada saja alasan yang diberikannya. “Saya sibuk, ayah.tak boleh ambil cuti. Tunggulah sebentar lagi. akhir minggu ini saya akan antar ayah,” balas saya. Anak-anak saya ikut membujuk kakek mereka. “Biarlah ayah pulang sendiri jika kamu sibuk. Tolong belikan tiket bus saja yah.” katanya yang membuat saya bertambah kesal. Memang ayah pernah berkali-kali pulang naik bus sendirian.

“Nggak usah saja yah.” bujuk saya saat makan malam. Ayah diam dan lalu masuk ke kamar bersama cucu-cucunya. Esok paginya saat saya hendak berangkat ke kantor, ayah sekali lagi minta saya untuk membelikannya tiket bus. “Ayah ini benar-benar nggak mau mengerti yah. saya sedang sibuk, sibuuukkkk!!!” balas saya terus keluar menghidupkan mobil.

Saya tinggalkan ayah terdiam di muka pintu. Sedih hati saya melihat mukanya. Di dalam mobil, istri saya lalu berkata, “Mengapa bersikap kasar kepada ayah? Bicaralah baik-baik! Kasihan khan dia.!” Saya terus membisu.

Sebelum istri saya turun setibanya di kantor, dia berpesan agar saya penuhi permintaan ayah. “Jangan lupa, bang.. belikan tiket buat ayah,” katanya singkat. Di kantor saya termenung cukup lama. Lalu saya meminta ijin untuk keluar kantor membeli tiket bus buat ayah.

Pk. 11.00 pagi saya tiba di rumah dan minta ayah untuk bersiap. “Bus berangkat pk. 14.00,” kata saya singkat. Saya memang saat itu bersikap agak kasar karena didorong rasa marah akibat sikap keras kepala ayah. Ayah tanpa banyak bicara lalu segera berbenah. Dia masukkan baju-bajunya kedalam tas dan kami berangkat. Selama dalam perjalanan, kami tak berbicara sepatah kata pun.

Saat itu ayah tahu bahwa saya sedang marah. Ia pun enggan menyapa saya.! Setibanya di stasiun, saya lalu mengantarnya ke bus. Setelah itu saya Pamit dan terus turun dari bus. Ayah tidak mau melihat saya, matanya memandang keluar jendela. Setelah bus berangkat, saya lalu kembali ke mobil. Saat melewati halaman stasiun, saya melihat tumpukan kue pisang di atas meja dagangan dekat stasiun. Langkah saya lalu terhenti dan teringat ayah yang sangat menyukai kue itu. Setiap kali ia pulang ke kampung, ia selalu minta dibelikan kue itu. Tapi hari itu ayah tidak minta apa pun.

Saya lalu segera pulang. Tiba di rumah, perasaan menjadi tak menentu.Ingat pekerjaan di kantor, ingat ayah yang sedang dalam perjalanan, ingat Istri yang berada di kantornya. Malam itu sekali lagi saya mempertahankan ego saya saat istri meminta saya menelpon ayah di kampung seperti yang biasa saya lakukan setiap kali ayah pulang dengan bus. Malam berikutnya, istri bertanya lagi apakah ayah sudah saya hubungi. “Nggak mungkin belum tiba,” jawab saya sambil meninggikan suara.

Dini hari itu, saya menerima telepon dari rumah sakit Teluk Intan.”Ayah sudah tiada.” kata sepupu saya disana. “Beliau meninggal 5 menit yang lalu setelah mengalami sesak nafas saat Maghrib tadi.” Ia lalu meminta saya agar segera pulang. Saya lalu jatuh terduduk di lantai dengan gagang telepon masih di tangan. Istri lalu segera datang dan bertanya, “Ada apa, bang?” Saya hanya menggeleng-geleng dan setelah agak lama baru bisa berkata, “Ayah sudah tiada!!”

Setibanya di kampung, saya tak henti-hentinya menangis. Barulah saat Itu saya sadar betapa berharganya seorang ayah dalam hidup ini. Kue pisang, kata-kata saya kepada ayah, sikapnya sewaktu di rumah, kata-kata istri mengenai ayah silih berganti menyerbu pikiran.

Hanya Allah yang tahu betapa luluhnya hati saya jika teringat hal itu.Saya sangat merasa kehilangan ayah yang pernah menjadi tempat saya mencurahkan perasaan, seorang teman yang sangat pengertian dan ayah yang sangat mengerti akan anak-anaknya. Mengapa saya tidak dapat merasakan perasaan seorang tua yang merindukan belaian kasih sayang anak-anaknya sebelum meninggalkannya buat selama-lamanya.

Sekarang 5 tahun telah berlalu. Setiap kali pulang ke kampung, hati saya bagai terobek-robek saat memandang nisan di atas pusara ayah. Saya tidak dapat menahan air mata jika teringat semua peristiwa pada saat-saat akhir saya bersamanya. Saya merasa sangat bersalah dan tidak dapat memaafkan diri ini.

Benar kata orang, kalau hendak berbakti sebaiknya sewaktu ayah dan ibu masih hidup. Jika sudah tiada, menangis airmata darah sekalipun tidak berarti lagi.

Kepada pembaca yang masih memiliki orangtua, jagalah perasaan mereka. Kasihilah mereka sebagaimana mereka merawat kita sewaktu kecil dulu.

Sumber : Merenung Bukan Berarti Melamun

Friday, July 27, 2007

Sahabat-Sahabat SMU

Formasi awal Kelas IA SMUN 6 Plus Yayasan Pendidikan Ika Bina Rantauprapat
  1. Aman Soleh Ritonga
  2. Ardi Abdullah Lubis
  3. Ardiansyah Sagala
  4. Citra Dewi Hutapea
  5. Dermawati Hutabarat
  6. Didik Utomo
  7. Doli Parnaungan Sipahutar
  8. Dwi Herningtias
  9. Evi Raya
  10. Frans Maradona Pasaribu
  11. Ilham Nugroho
  12. Jajang Hanafi
  13. Jerry Franky Tonio Panggabean
  14. Julhandi
  15. Khairul Anwar
  16. Khairul Fahmi Ismail
  17. Madmud Zuhri Zan
  18. Nilhar Apriani
  19. Nurdiansyah
  20. Nurhadirin (Lilik)
  21. Panji Putra
  22. Rahmady Syukri
  23. Riduan Pohan
  24. Rini Ramayanti Harahap
  25. Rismayanti
  26. Rocky Markiano
  27. Sarlin br. Hombing
  28. Siti Syamsurya Ningsih
  29. Sri Mulyasih
  30. Sugeng Hartono
  31. Suriatik
  32. Susanti
  33. Swipin Intawani
  34. Syahputra Pohan
  35. Widya Lestari
  36. Yusri Darma
  37. Zulfikar Ali
  38. Zulkarnain
  39. Zulfri Ilham


Formasi Kelas IIA SMUN 5 Plus Yayasan Pendidikan Nur Ikhlas Rantauprapat,
  1. Aman Soleh Ritonga
  2. Ardi Abdullah Lubis
  3. Ardiansyah Sagala
  4. Citra Dewi Hutapea
  5. Deddy Kurniawan Nasution
  6. Dermawati Hutabarat
  7. Didik Utomo
  8. Diyah Tri Wahyuni
  9. Doli Parnaungan Sipahutar
  10. Dwi Herningtias
  11. Frans Maradona Pasaribu
  12. Ilham Nugroho
  13. Jajang Hanafi
  14. Jerry Franky Tonio Panggabean
  15. Julhandi
  16. Khairul Anwar
  17. Khairul Fahmi Ismail
  18. Madmud Zuhri Zan
  19. Nilhar Apriani Nasution
  20. Nurdiansyah
  21. Nurhadirin (Lilik)
  22. Panji Putra
  23. Posma Martin Lumbantobing
  24. Rahmady Syukri
  25. Rasmi
  26. Riduan Pohan
  27. Rini Ramayanti Harahap
  28. Rismayanti
  29. Rocky Markiano
  30. Sri Mulyasih
  31. Sugeng Hartono
  32. Suriatik
  33. Susanti
  34. Swipin Intawani
  35. Syahputra Pohan
  36. Widya Lestari
  37. Yusri Darma
  38. Zulfikar Ali
  39. Zulkarnain
  40. Zulfri Ilham
Formasi Kelas IIIA SMUN 5 Plus Yayasan Pendidikan Nur Ikhlas Rantauprapat,
  1. Aman Soleh Ritonga
  2. Ardi Abdullah Lubis
  3. Ardiansyah Sagala
  4. Deddy Kurniawan Nasution
  5. Didik Utomo
  6. Diyah Tri Wahyuni
  7. Doli Parnaungan Sipahutar
  8. Dwi Herningtias
  9. Frans Maradona Pasaribu
  10. Ilham Nugroho
  11. Jajang Hanafi
  12. Jerry Franky Tonio Panggabean
  13. Julhandi
  14. Kasidi
  15. Khairul Anwar
  16. Khairul Fahmi Ismail
  17. Madmud Zuhri Zan
  18. Muhammad Kholil
  19. Nilhar Apriani Nasution
  20. Nurdiansyah
  21. Nurhadirin (Lilik)
  22. Panji Putra
  23. Posma Martin Lumbantobing
  24. Rahmady Syukri
  25. Riduan Pohan
  26. Rini Ramayanti Harahap
  27. Rismayanti
  28. Rocky Markiano
  29. Sivani (pindah sekolah sebelum menyelesaikan studi di SMUN 5 Rap)
  30. Sri Mulyasih
  31. Sugeng Hartono
  32. Suriatik
  33. Susanti
  34. Swipin Intawani
  35. Widyawati
  36. Yusri Darma
  37. Zulfikar Ali
  38. Zulkarnain
  39. Zulfri Ilham
Untuk lebih lengkap mengenai Komunitas Alumni SMU Plus Rantauprapat silahkan klik di sini

Coba Lagi Ya...

Seorang ayah dan ibu sangat murka ketika mengetahui anak gadis mereka hamil.

"Siapa si bedebah itu?", jerit sang ayah, sedangkan sang ibu menangis.
"Suruh dia datang ke sini!", pinta sang ayah.
Si anak gadis pun menelepon pria yang menghamilinya.

Setengah jam kemudian sebuah mobil Ferrari merah berhenti di depan rumah. Seorang lelaki paruh baya keluar dari mobil, memberi salam lalu masuk ke rumah. Lelaki itu berhadapan dengan ibu dan ayah gadis yang telah dihamilinya. Dia berkata, "Saya lelaki yang telah menghamili anak gadis anda. Tapi terus terang saya katakan, saya tidak dapat menikahi anak anda karena istri saya tak mengizinkan".

"Namun bagaimanapun, saya akan bertanggung jawab. Sekiranya anak anda melahirkan seorang bayi perempuan, saya akan wasiatkan untuknya uang tunai 5 milyar, sebuah hotel dan 2 buah supermarket", ungkap pria itu dengan tenang.

"Sekiranya dia melahirkan anak laki-laki, saya akan wasiatkan untuknya 2 buah kilang, 2 buah supermarket, 2 buah hotel dan uang tunai 10 milyar rupiah. Tapi sekiranya anak anda keguguran apakah yang harus saya lakukan?", ungkapnya bertanya.

Sang ayah berpikir. Si ibu berhenti menangis.
Akhirnya sambil menepuk bahu lelaki itu, sang ayah berkata,
"Kalau keguguran, kamu coba lagi ya !!!"

Kisah Sejati Perselingkuhan

Dua Hantu

Dua hantu bertemu dan bercerita bagaimana mereka meninggal.
Hantu 1 : "Bagaimana cara kamu mati?"
Hantu 2 : "Aku mati akibat kedinginan...".
Hantu 1 : "Gimana bisa kau mati kedinginan?"
Hantu 2 : "Sebenarnya aku terkurung dalam lemari es, mula-mula aku cuma menggigil, setelah itu anggota tubuhku mulai membeku, kemudian aku merasa dunia menjadi gelap dan akhirnya... Aku merasa bersyukur karena aku mati tanpa banyak kesakitan."
Hantu 1 : "Ishhh...kasian deh lu !"
Hantu 2 : "Kalau kamu, gimana cara kamu mati?"
Hantu 1 : "Aku kena seranagn jantung?"
Hantu 2 : "Oooo...kok bisa kena serangan jantung?"
Hantu 1 : "Sebenarnya aku menangkap basah istriku sedang selingkuh. Pada suatu hari, aku pulang ke rumah agak cepat. Aku melihat ada celana dalam lelaki dekat depan pintu kamar. Aku tahu, pasti istriku sedang bermesraan dengan laki-laki lain. Aku berlari masuk ke kamar tidur, cuma ada istriku seorang. Aku yakin, pasti laki-laki itu bersembunyi di dekat-dekat situ. Aku lari masuk ke kamar mandi, nggak ada juga, kemudian aku lari ke tingkat bawah, aku cari di gudang, nggak ada... Aku lari naik lagi ke tingkas atas tadi,...tetap nggak ada juga. Gara-gara aku kecapekan, aku kena serangan jantung...memang sakit dan akhirnya...aku mati dech..
Hantu 2 : "Alamak, kenapa nggak kau cari di lemari eeeess... Kalu nggak kan kita masih hidup sekarang ! Bodoh !

Bila Ibu Boleh Memilih

Anakku,…
Bila ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu
Maka ibu akan memilih mengandungmu…
Karena dalam mengandungmu ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah

Sembilan bulan nak,… engkau hidup di perut ibu
Engkau ikut kemanapun ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata…

Anakku,…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanmu
Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu
Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan
Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit,
Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun

Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia
Saat itulah… saat paling membahagiakan
Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,
Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,
Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita Rasulullah di telinga mungilmu

Anakku,…
Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah, atau harus bangun tengah malam untuk menyusuimu,
Maka ibu memilih menyusuimu,
Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu,
Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan

Anakku,…
Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat
Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu

Tetapi anakku…
Hidup memang pilihan…
Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana
Maka maafkanlah nak…
Maafkan ibu…
Maafkan ibu…
Percayalah nak, ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,
Agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang
Percayalah nak…
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu
Percayalah nak…
Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu…

by. Ratih Sanggarwati (Ratih Sang)

Kata-Kata Bijak

Dua tipe orang yang tak pernah akan maju, adalah orang yang bekerja hanya kalau disuruh dan orang yang tidak mengerjakan apa yang disuruh.

Orang yang ingin melakukan sesuatu akan mencari jalan, yang tak ingin melakukannya akan mencari alasan.

Andai kesenangan adalah hujan, dan kesusahan adalah matahari, maka kita butuh keduanya untuk bisa melihat pelangi.
Persiapkan diri untuk sebuah perubahan. Kuncinya adalah perbaiki diri, perbaiki ibadah, perbanyak istighfar, dan perbanyak sedekah. (Ust. H. Yusuf Mansyur)

Seringkali kita mencoba berusaha mengubah dunia dan orang lain, padahal yang lebih penting adalah mengubah diri kita sendiri.

Jika Anda berpikir Anda sukses, Anda bisa sukses. Jika Anda berpikir Anda gagal, Anda akan gagal. Anda adalah apa yang Anda pikirkan, hanya kekuatan tekad dan keyakinan diri yang bisa membantu Anda sukses.
Peluang ada dimana-mana dan menghampiri siapa saja, namun sebagian peluang itu menghampiri dalam wujud beban kehidupan sehingga banyak orang yang menghindarinya.

Hidup adalah proses belajar dan berjuang tanpa batas. Jatuh, berdiri lagi. Kalah, bangun lagi. Gagal, bangkit lagi. Pastikan sukses dalam genggaman Anda.

Kiat Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Setiap orang terlahir dengan segala kelebihan dan kekurangannya, namun jika terlahir jelek, syukurilah juga, karena masih ada banyak kelebihan di balik kejelekan paras anda. Berikut delapan kiat meningkatkan rasa percaya diri bagi yang merasa dirinya jelek.

1. Don't Judge The Book By The Cover
Jangan putus asa, tidak semua orang menilai manusia dari fisiknya, siapa tahu bisa dari rumahnya, mobilnya, pekerjaannya, atau depositonya.

2. Like Father Like Son
Jangan salahkan diri kamu kalau jelek, salahkan orang tua, karena itu keturunan...iya kan?

3. The Beauty Is Under The Skin (Jadi Cakep Kalau Sudah Ganti Kulit)
Perbaiki inner beauty kamu, itu kalo merasa sisi luar kamu sudah hancur, tidak tertolong lagi...

4. No Gain Without Pain
Maknanya : Jangan sakit hati kalo dikatain jelek, cuek aja, inget film Beauty and The Beast kan?

5. Just Be Your Self
Jadilah diri kamu sendiri, kalau kamu jelek syukurilah soalnya kalo kamu cakep pasti bakal banyak dosanya, he..he..he...

6. The Truth Is Out There
Kalau orang lain menilai kamu jelek, jangan diambil hati, penilaian manusia tidak selalu benar (maksudnya kamu sebenarnya lebih jelek lagi).

7.The Right Man In The Wrong Place
Cakep-jelek itu tergantung lingkungan, misalnya kamu di Indonesia jelek tapi di Afrika bisa paling cakep lho, makanya pindah ke sana aja. Hehehe..

8. Love Is Blind
Cinta tidak memandang cakep atau jelek, nggak percaya?Tanyakan saja hal ini sama orang jelek...

Kalo kamu membaca tips ini sampe selesai, berarti kamu memang jelek...Kalo kamu sendiri merasa jelek, apalagi orang lain melihat kamu...

Jangan menganggap kalo kamu merasa jelek itu kamu low profile, percayalah..orang lain pun akan setuju dengan pendapat kamu. Jadi percayalah pada kata hatimu (kalo kamu jelek)...

Memang CAKEP itu RELATIF...tapi kalo JELEK itu MUTLAK !

(Sumber : Aplaus Edisi 32)